Senin, 24 Oktober 2011

BISNIS DAN ILMU EKONOMI PERUSAHAAN


BISNIS DAN ILMU EKONOMI PERUSAHAAN

Pengertian Bisnis
Dalam konteks pembicaraan umum, bisnis (business) tidak terlepas dari aktivitas produksi, pembelian, penjualan, maupun pertukaran barang dan jasa yang melibatkan orang ataupun perusahaan. Aktivitas dalam bisnis pada umumnya punya tujuan menghasilkan laba untuk kelangsungan hidup serta mengumpulkan cukup dana bagi pelaksanaan kegiatan bagi si pelaku bisnis (businessman)
Pengertian sempit masyarakat sering kali menghubungkan bisnis dengan usaha, perusahaan atau organisassi yang menghasilkan dan menjual barang atau jasa. Sedangkan bisnisman dikaitkan dengan pedagang,  pengusaha, usahawan, atau orang yang bekerja dalam bisnis, serta orang yang menjalankan perusahaan atau industry komersial.

ILMU EKONOMI PERUSAHAAN
Ilmu ekonomi perusahaan adalah bagian dari ilmu ekonomi yang secara khusus mempelajari masalah-masalah dalam ekonomi ruah tangga perusahaan. Dalam ilmu ekonomi perusahaan diulas kaitan antara perusahaan dengan ilmu ekonomi serta bagaimana pelaku bisnis memanfaatkan peilaku menusia dan prinsip ekonomi yang diulas dalam ilmu ekonomi untuk menentukan bidsnis yang akan dijalankan.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Focus utama pembahasan dalam ilmu ekonomi dalam hubungan antara keinginan manusia dan factor-faktor produksi. Masalah pokok dalam perekonomian timbul karena adanya scarcity (kelangkaan atau kekurangan) akibat dari ketidakseimbangan antara keinginan masyarakat dan factor-faktor produksi yang tersedia.
Sehingga analisis ekonomi pada hakikatnya bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana meggunakan factor-faktor produksi atau pendapatan tertentu agar memberikan kepuasan dan kemakmuran maksimum kepada individu dan masyarakat.
Dalam kenyataannya ada 3 persoalan yang dihadapi dalam setiap perekonomian yaitu :
1.       Barang dan jasa apa yang seharusnya diproduksi (what)
2.       Bagaimana memproduksi barang dan jasa tersebut (how)
3.       Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom)
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan factor-faktor produksi, untuk menyediakan barang-barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusikannya, serta melakukan upaya-upaya lain dengan tujuan memperoleh dan memuaskan kebutuhan masyarakat.
Unsur-unsur penting aktifitas ekonomi
Aktivitas ekonomi membutuhkan 3 unsur :
1.       Keinginan manusia : keinginan  pokok dan keinginan tambahan. Keinginan manusia mempunyai  2 ciri yaitu beraneka ragam dan tanpa batas.
2.       Faktor-faktor produksi :
-        Tanah dan sumber daya alam.
-        Tenaga kerja.
-        Modal.
-        Kewiraswastaann.
3.       Cara-cara berproduksi.
Bisnis daam era globalisasi
Perekonomian global telah mengalami perubahan radikal atau pesat dengan 2 faktor yang mendasar :
1.       Globalisasi, pertumbuhan perdagangan global dan persaingan internasional yang eksplosif berdampak tidaj adanya Negara yang dapat tetap terisolasi dari perekonomian dunia saat ini.
2.       Perubahan dan kemajuan teknologi yang sedemikian pesatnya.
Perubahan tersebut tampak pada berbagai fenomena antara lain :
1.       Kekuasaan saat ini sudah beralih ketangan konsumen.
2.       Skala produksi yang besar tidak lagi mererupakan keharusan.
3.       Batasan-batasan Negara dan wilayah tidak lagi menjadi kendala.
4.       Teknologi dengan cepat dikuasai dan ditiru.
5.       Setiap saat akan muncul pesaing-pesaing dengan biaya yang lebih murah.
6.       Meningkatnya kepekaan konsumen terhadap harga dan nilai.









TEKNIK PERENCANAAN BISNIS

Teknik Merencanakan Bisnis
Dalam merencanakan potensial bisnis potensial harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
-        Pilihlah suatu usaha yang sekiranya sesuai dengan minat, bakat dan keterampilan serta teknologi yang dimiliki.
-        Pilihlah suatu usaha bisnis yang secara potensial akan mempunyai calon pembeli yang besar jumlahnya (potensial demand).
-        Pilihlah suatu bisnis yang sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku ditempat tersebut
-        Tentukan skala usaha yang sesuai dengan kondisi keuangan secara ekonomis, dalam arti modal yang dimiliki (baik modal sendiri maupun modal hutang).
Perlu juga diperhatikan :
-        Bila keterampilan (skill), teknologi, dan minat yang dikuasai dalam kondisi yang setengah-setengah, dianjurkan untuk mempertinggi penguasaan teknologi dan skill melalui upaya pendidikan (training)
-        Hindari upaya meniru bisnis orang lain. Upayakan menjadi pionir atau yang pertama merintis usaha bisnis.
-        Diperlukan tekad dan keinginan kuat untuk mendirikan bisnis dalam salah satu industry, selain mampu melihat situasi dan kondisi.
Secara umum dapat ditekankan bahwa dalam merencanakan suatu usaha harus didasarkan minat/bakat, keterampilan (skill) yang tinggi dan semangat juang yang pantang mundur. Maksudnya agar segala usaha yang akan direncanakan nantinya tidak akan menimbulkan kebosanan, sehingga usahanya dapat berlangsung dan berkelanjutan.
Merencanakan Besarnya Skala Bisnis
Contoh : Merencanakan besarnya skala usaha bisnis took swalayan yang direncanakan terletak disuatu kota kecamatan. Apaakah dikecamatan tersebut sudah ada swalayan?
-        Bila sudah ada apakah swalayan tersebut selalu dipenuhi konsumen yang melimpah atau banyak peminatnya?
-        Bia sering sepi, artinya konsumen wilayah tersebut sedikit, atau ada factor lain.
-        Bila selalu ramai, apakah ada konsumen yang belum tertampung. Bila ya, berarti ada peluang bisnis untuk mendirikan swalayan baru.

Secara umum skala usaha bisnis dapat ditentukan dengan meneliti hal-hal sebagai berikut :
-        Calon konsumen yang ingin diraih. Apakah konsumen kelas menengah kebawah atau seluruh konsumen termasuk konsumen kelas atas (target market)
-        Berapa potensi jumlah konsumen kelas menengah dan kelas atas yang potensial belanja di swalayan.
-        Apakah telah ada pasar swalayan atau pasar tradisional lain beroprasi di wilayah tersebut.
-        Selanjutnya menghitung dan menaksir tentang kemungkinan peluang pasarnya. Salah satu indikatornya adalah membandingkan jumlah permintaan saat ini dan yang akan datang dengan jumlah ppenawarannya (supply)
-        Bila masih ada peluang pasar, berapa skala usaha yang akan didirikan. Besarnya skala usaha dapat ditentukan sisa pangsa pasar yang ada.
Merencanakan  Lokasi Bisnis
Secara umum ada 2 cara pendekatan :
1.       Lokasi usaha sebaiknya dittempat konsumen atau di daerah pemasaran (approximity to market)
2.       Lokasi usaha sebaik-baiknya ditempat bahan baku berada (approximity to raw material)














                                                                                                                                                                           
GLOBALISASI SUMBER DAYA MANUSIA
DENGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Manajemen sumber daya manusia
Mengorganisasi sumber daya manusia merupakan salah satu aktivitas fungsional yang secara umum dikenal sebagai manajemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses menganalisis dan mengelolah kebutuhan organisasi terhadap sumber daya manusia, sehingga dapat menjamin tercapainya sasaran strategis perusahaan.
Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia :
1.       Perencanaan sumber daya manusia
2.       Rekrutmen
3.       Seleksi
4.       Orientasi
5.       Latihan dan pengembangan
6.       Pemeliharaan
7.       Pemberhentian
Kegiatan-kegiatannya antara lain :
1.       Analisis dan desain pekerjaan
2.       Uraian pekerjaan.
3.       Spesifikasi pekerjaan.
4.       Evaluasi pekerjaan.
Manajemen sumber daya manusia berbasis global
Kesulitan menembus pasar global pun disebabkan tingkat persaingan yang tinggi di pasaran internasional. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang berkemampuan. Hal ini diperoleh melalui seleksi dan staffing bernuansa global pula.
Agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing untuk menduduki jabatan manajemen dalam perusahaan-perusahaan global, diperlukan pegawai yang berkemampuan mendemontransikan kepemimpinannya (to demonstrate his or her leadership). Karena sifat dan kemampuan memimpin menjadi kunci sukses untuk meningkatkan semangat bersaing (the spirits of competition) dalam pasar global.
Khusus tenaga kerja Indonesia yang harus disiapkan adalah kemampuan, skill, komunikasi dalam bahasa asing, leadership dan factor lain-lain.
Inti dari kompetensi dan kekuatan suatu perusahaan global adalah asset tidak kasat mata (invisible assets), yakni kecerdasan, inovatif, kreativitas, kemampuan bernegosiasi melakukan “cut deal” yang menguntungkan perusahaan, perilaku santun tapi tegas yang dimiliki sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut. Hal ini dapat dituangkan dalam 3 (tiga) kategori kompetensi perusahaan global yakni :
1.       Organizational learning, yakni perusahaan (tentu sumber daya manusianya) mempunyai kemampuan mendapatkan atau menumbuhkembangkan teknologi baru.
2.       Continuous improvement, seyogianya berdasarkan butir (1) itulah, sumber daya manusia perusahaan global tersebut selalu dapat melakukan terus menerus, khususnya di bidang mutu produk yang berkesesuaian (conformance quality of products), biaya produksi, desain proses produksi, dan pelayanan (service) kepada konsumen.
3.       Competive culture, yakni “budaya bersaing secara sehat” dalam arti mampu memfokuskan tenaga (energy) yang dimiliki para karyawan dalam perusahaan menjadi tugas untuk memenangkan persaingan dalam pemasaran (task winning the competition in the market place).
Dengan perkataan lain, organisasi modern harus diisi sumber daya manusia yang berfikir dan bertindak modern pula, dalam arti berfikir positif, bertindak objektif dan relistis dalam berkinerja memajukan organisasi.
Dalam rangka memenuhi tantangan perusahaan global maka sumber daya manusia (Indonesia) harus sanggup menggeser orientasi administrative ke orientasi yang bersifat proses (teknis). Hal ini berarti mengubah agenda sumber daya manusia untuk menjadi lebih professional dalam menjalankan peran pada tingkat global (global role). Tujan intinya agar sumber daya manusia global (global human resources) harus mampu menunjang top manajement dalam memformulasikan sekaligus menerapkan strategi-strategi global dengan efektif secara bertanggung jawab. Dalam hal ini terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki oleh SDM (Sumber Daya Manusia) global yaitu :
1.       Mampu mempelajari (learning) prinsip-prinsip persaingan global secara mendalam. Selanjutnya SDM global harus mampu mendeteksi tingkat persaingan yang ada dalam bisnisnya sekaligus pengaruh negative yang dapat merugikan perusahaan. Lalu mampu pula menganalisa factor social, politik dan kondisi ekonomi makro yang dapat mempengaruhi strategis bisnis.
2.       Pengetahuan yang solid (solid knowledge) tentang strategi yang harus dikombinasikan dengan pengalaman profesional yang bersifat globalisasi. Misalnya, sampai berapa jauh system SDM di suatu Negara dapat diterapkan di negara lain ? Bagaimana cara adaptasinya ? Bagaimana mensinergikan perbedaan budaya antar karyawan yang berbeda bangsa.
3.       Diharapkan pula SDM global mampu menyiapkan alat dan metode untuk menanggulangi para pesaing global serta mampu pula meramalkan hasil apa yang akan terjadi bila suatu alat atau metode tersebut diterapkan. Singkatnya SDM global harus mempunyai kemampuan menganalisa strategi para pesaing.


Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian yang penting dari manajemen perusahaan. Hal ini perlu diperhatikan oleh pihak manajemen, agar operasi perusahaan dapat berjalan lancer tanpa hambatan akibat terjadinya kecelakaan kerja atau mundurnya kualitas kesehatan para karyawan. Bila hal itu terjadi, berate operasi perusahaan dapat terganggu dan mengancam kelangsungan hidup perusahaaan.
Diperlukan berbagai sarana berupa :
-        Program keselamatan dan kesehatan kerja.
-        Peralatan keselamatan.
-        Peralatan kesehatan, termasuk tenaga medis.
Sumber kecelakaan kerja terdidi 3 faktor yaitu :
1.       Pekerja atau karyawan yang merupakan human factor.
2.       Kondisi mesin dan peralatan.
3.       Lingkungan kerja.
Bila ketiga faktor tersebut dalam keadaan seimbang maka kecelakaan kerja dapat dihindarkan. Disarming itu, pencegahan kecelakaan kerja dan upaya menciptakan kesehatan lingkungan kerja dapat menimbulkan hal positif berupa kenaikan tingkat produktivitas karyawan.