Senin, 06 Mei 2013

Contoh 2 Replik Kasus Perceraian



PERIHAL :REPLIK PENGGUGAT, ATAS JAWABAN DARI TERGUGAT
TERTANGGAL ...... ............. ........
DALAM PERKARA PERDATA NO..........
…….. TGL ..... ............. .......
KPD YTH :
BAPAK HAKIM KETUA MAJELIS PENGADILAAN AGAMA
NEGERI……….
DI
………………
Dengan segala hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini adalah :
  Bunga binti Kumbang umur 28 tahun, pekerjaan sebagai wiraswasta bertempat tinggal dijalan nanas atas no 34 kota ………, selanjutnya hal ini disebut sebagai pengggugat.
Dengan ini akan mengajukan replik atas jawaban dari tergugat tertanggal ..... ........... ..... NO. 25/Pdt./G.9.2009/PA-....
Replik mana sebagaimana terurai di bawah ini :
• Bahwa penggugat tetap pada isi surat gugatan penggugat tertanggal ..... .............. ....... nomor perkara NO. perkara
• Bahwa setelah penggugat membaca dan mempelajari isi jawaban tergugat tetanggal ...... ............... ....... pihak jawaban memberikan jawaban tegas sebagai berikut :
DALAM REKONVENSI
1. bahwa mengenai pemukulan atas saudara penggugat merupakan sutu kebohongan, maka kami dari pihak penggugat akan memberikan bukti surat visum dari rumah sakit zainal abidin yang merupakan akta otentik bahwa memar yang disebabkan benda tumpul.
2. bahwa tergugat mengatakan pihak penggugat tidak bisa mengurus anak.
Ketidak becusan penggugat didalam pengurusan anak dikarenakan penggugat telah di usir dari rumah kediaman di Jl. PAHLAWAN No. 2 ……….. dan tidak diperbolehkan lagi bertemu dengan anak-anak
3. Bahwa pihak tergugat(bapak si anak) tidak dapat membiaya anak.
Maka menurut pasal 41 ayat 2 UU no 1 tahun 1974, dan 104 kompilasi hokum islam bahwa bila orang tuanya berpisah maka semua biaya si anak di tanggung oleh bapaknya.
4. bahwa dalam pembagian harta bersama yang didapat harus menurut uu no 1 tahun 1974, menurut kompilasi hukum islam, dan dibagi dengan seadil-adilnya.
DALAM POKOK PERKARA
1. bahwa penggugat telah melangsungkan perkawinan dengan tergugat di Kantor Urusan Agama Kecamatan ……………pemko…… pada tanggal 1juni 2000 seperti bukti terlampir akta KUA pemko ………. NO
2. bahwa dalam perkawinan rumah tangga tersebut sangat bahagia dan menghasilkan tiga orang anak yaitu
A : 8 tahun ,B : 7 tahun ,C : 5 tahun
3. bahwa dalam perkawinan rumah tangga sangatlah bahagia dan baik-baik saja namun semenjak tergugat mendapat banyak pekerjaan dengan perusahaan yang ia kelola sendiri, tingkah lakunya mulai berubah dan menjadi tidak penyayang lagi dan sering mengalami pertengkaran yang berujung pada pemukulan.
4. bahwa yang menjadi faktor pertengkaran disebabkan karena tergugat tidak penyayang lagi dan juga sering berlaku kasar.
5. bahwa penggugat sering kali menasehati penggugat untuk memperbaiki dirinya, termasuk juga melaporkan kepada ketua kampung namun tidak dihiraukan oleh penggugat sehingga timbul perkara gugatan dan sebagainya
6. bahwa pihak penggugat akan mengajukan bukti tertulis dan saksi-saksi menurut ketentuan hukum yang berlaku supaya, majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara sengketa ini dapat mempertimbangkan dengan pertimbangan hukum yang sempurna, demi terwujudnya keadilann yng seadil-adilnya
7. bahwa berdasarkan hal-hal yang telah penggugat uraikan diatas maka bersama ini penggugat mohon sebagai berikut :
• memberikan hak asuh kepada penggugat karena berdasarkan pada kompilasi hukum islam pasal 105 huruf (a) “mengatakan apabila terjadi perceraian maka hak asuh anak akan diberikan pada si ibu”
• Bahwa pihak tergugat (bapak si anak) tidak dapat membiaya anak.
Maka menurut pasal 41 ayat 2 UU no 1 tahun 1974, dan 104 kompilasi hukum islam bahwa bila orang tuanya berpisah maka semua biaya si anak di tanggung oleh bapaknya.
• membagi harta/ harta bersama sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh uu no 1 tahun 1974.
• Dan juga
DALAM REKONVENSI
Menolak rekonvensi tergugat tersebut untuk seluruhnya karena tidak berdasar.
DALAM PERKARA POKOK
1. menolak jawaban tergugat tertanggal .... ................. ....... untuk seluruhnya
2. mengabulkan isi gugatan tertanggal ..... ............... ....... NO. perkara ............, untuk seluruhnya.
Demikian replik penggugat ini di hadapan bapak, semoga terkabul hendaknya, sebelumdan sesudahnya kami ucapkan terima kasih
Hormat kami penggugat
Kuasa hukum
……………………………………

Contoh Replik Kasus Perceraian



Hal      : REPLIK                                                       
Lamp   : -

            Kepada Yang Terhormat,
            Majelis Hakim Pemeriksa
Perkara No. 123/Pdt.P/2012/PA-…
Pengadilan Agama ………
Di       
            ………………

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bertindak untuk dan atas nama klien kami: Anwar Bawazier Bin Sammy selaku Pemohon dalam perkara No. 123/Pdt P/ PA-…. dengan ini Pemohon hendak mengajukan Repik sebagai tanggapan jawaban Termohon sebagai berikut:
1.      Bahwa hal-hal yang diakui kebenarannya oleh Termohon merupakan suatu pengakuan sebagai bukti sah untuk dapat dikabulkan permohonan ikrar talak Pemohon.
2.      Bahwa Pemohon tidak sepakat sama sekali jika Termohon tidak mengalami gangguan kejiwaan, dan hal itulah  yang memicu percekcokan antara Pemohon dengan Termohon. hal ini akan Pemohon buktikan dalam acara pembuktian.
3.      Bahwa benar Pemohon pernah mengata-ngatai Termohon dengan kata-kata kasar, disebabkan karena ketika Pemohon menasihati dengan cara halus dan bijak malah dibalas dengan kata-kata yang tidak mengenakkan dan itu membuat Pemohon khilaf dan tersinggung sehingga keluar kata-kata yang tidak pantas tersebut. kata-kata  kasar tersebut  adalah sebagai wujud dari keputusasaan Pemohon kepada Termohon yang tidak mau meninggalkan kebiasaan buruknya yakni bertindak sesuka dirinya sendiri dan bisa dikatakan mengalami gangguan kejiwaan.
4.      Bahwa Pemohon menolak pernyataan jika kepergian Termohon ke rumah orang tua Termohon dikarenakan Termohon tidak kuat lagi mendengarkan ucapan-ucapan kotor, makian-makian dan perlakuan kasar Pemohon, karena yang memulai ucapan-ucapan kotor dan maikan-makian tersebut adalah Termohon sendiri dan jika perbuatan tersebut dikategorikan sebagai tindak pidana sesuai dengan pasal 335 KUHP maka yang terkena adalah Termohon sendiri, karena Termohonlah yang memulai.
5.      Bahwa jika satu anak tersebut memiliki ikatan bathin yang lebih kuat dengan ibunya bukan berarti bahwa satu anak tersebut akan mendapatkan hal yang tebaik bagi hidup mereka apalagi diasuh oleh seorang ibu yang masalah dengan kejiwaannya, bahkan hal tersebut akan berdampak negatif bagi perkembangan hidup mereka. Dan dalam kenyataannya banyak ibu yang tidak mampu mengasuh anak dengan tidak baik meskipun ibu itu adalah ibu kandungnya sendiri. Lagi pula Pemohon dalam sehari-harinya lebih memiliki waktu bersama anak-anak ketimbang Termohon.
6.      Bahwa Pemohon sependapat dengan Termohon tentang nafkah penghidupan yang akan diterima Termohon, namun tidak sepakat dengan perhitungan Termohon karena pendapatan Pemohon sebagai buruh tidak tetap.
7.      Bahwa Pemohon tidak sepakat sama sekali dalam hal Termohon mendapatkan kiswah dan maskan yang sebesar Rp.200.000,00 ( dua ratus ribu rupiah ) karena hal itu sangat keterlaluan dan tidak wajar.
8.      Bahwa Pemohon tidak sependapat dengan tuntutan Termohon sebesar Rp. 400.000,00 sebagai nafkah mut`ah. Mengingat bahwa Pemohon adalah seorang Buruh yang tentu saja sangat keberatan untuk memberikan nafkah mut`ah sebesar empat ratus ribu rupiah tersebut. Dan lagi pula nafkah mut`ah sebesar empat ratus ribu rupiah tersebut adalah tidak wajar dan tidak sesuai dengan hukum kebiasaan yang berlaku
9.      Bahwa benar dengan memperhatikan ketentuan Pasal.105 huruf a dan b KHI yang menyebutkan Bahwa dalam hal terjadinya perceraian :
a.       Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya
b.      Biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayah
Namun berdasarkan pasal 107 dan 109 Kompilasi Hukum Islam yang menyebutkan bahwa :
Pasal 107 ( 4 ) wali sedapat-dapatnya diambil dari keluarga anak tersebut atau orang lain yang sudah dewasa, berpikir sehat, adil, jujur dan berkelakuan baik, atau badan hukum
Pasal 109 Pengadilan Agama dapat mencabut hak perwalian seseorang atau badan hukum dan memindahkannya kepada pihak lain atas permohonan kerabatnya bila wali tersebut pemabuk, penjudi, pemboros, gila dan atau melalaikan atau menyalahgunakan hak dan wewenangnya sebagai wali demi kepentingan orang yang berada di bawah perwaliannya
Dengan mengingat ketentuan di atas maka tidak lah layak jika perwalian anak-anak sah antara Pemohon dengan Termohon diberikan kepada Termohon karena Termohon tidak lah memenuhi syarat sebagai wali sebabnya adalah Termohon merupakan pemabuk, dan pemboros sehingga dapat dikatakan tidak berpikiran sehat dan tidak berkelakuan baik.
Berdasarkan alasan di atas mohon Majelis Hakim Pemeriksa memberikan putusan sebagai berikut :
            PRIMAIR
1.      Menolak jawaban permohonan talak
2.      Menerima dan mengabulkan seluruh permohnan talak Pemohon.
3.      Menghukum Termohon membayar biaya perkara.
SUBSIDAIR
Mohon putusan seadil-adilnya
Demikian Replik ini kami ajukan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
……..... ........... ......

Hormat Kami
Kuasa Hukum Pemohon



…………, SH.,M.Hum.